ANCAMAN RESESI 2023 : “INI AKAN MENJADI RESESI YANG PARAH, PANJANG, DAN MENGAKIBATKAN TERJADINYA PENGANGGURAN MASSAL”

Sumber: dokumen pribadi

Al Maslahah, (30-12-2022). Pada acara Silaturahmi Nasional PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat) di Sentul International Convention Center di Bogor pada 5 Agustus 2022, Presiden Jokowi memberi bocoran tentang resesi. Ekonomi global akan mengalami kesulitan. Orang nomor satu di Indonesia itu meminta masyarakat untuk bersiap dan berhati-hati dalam menghadapi resesi 2023 dikarenakan berbagai krisis global akan berdampak ke Indonesia.

“Saya bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, bertemu dengan kepala negara G7. Saya tanyakan sebetulnya dunia ini mau ke mana? Beliau-beliau mengatakan tahun ini kita akan sulit, tahun depan akan gelap”, ungkap Presiden RI.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan penyebab resesi yang digencar oleh Presiden Jokowi. Inflasi yang tinggi dan suku bunga acuan mengalami kenaikan di tengah tingginya harga energi dan pangan menjadi salah satu faktor penyebab resesi 2023. Krisis nilai tukar di semua negara terguncang dan terdepresiasi disebabkan oleh kenaikan inflasi dan suku bunga acuan yang signifikan mencapai lebih dari 10%. Volatilitas pasar keuangan akan mengalami kenaikan yang tidak dapat terelakkan sebagaimana yang telah disampaikan Suahasil Nazara selaku Wakil Menteri Keuangan RI.

Ancaman resesi memberi dampak yang besar bagi keberlangsungan hidup warga negara di Indonesia yaitu antara lain:

1. Bertambahnya pengangguran

    Tidak dapat dipungkiri jika resesi akan mengakibatkan beberapa perusahaan memilih untuk melakukan PHK besar-besaran. Diprediksi akan banyak perusahaan yang bangkrut karena dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang menurun sehingga mengakibatkan arus kas perusahaan pun menjadi kering. Guna memangkas biaya operasional, maka perusahaan akan melakukan PHK. Hal tersebut mengakibatkan banyaknya pengangguran yang akan marak di Indonesia. Ditambah lulusan SMA/SMK/Kuliah yang selalu ada di setiap tahun menjadi PR besar untuk pemerintah dalam mengatasi masalah yang serius ini.

2. Rasio kemiskinan di Indonesia kian meninggi

    Kemiskinan akan meningkat karena banyaknya pengangguran yang membuat mereka kehilangan sumber pendapatan. Resesi memberikan dampak yang sangat signifikan untuk kondisi ekonomi global, khususnya Indonesia.

3. Rupiah melemah

    “Peningkatan proteksionisme, ketidakpastian kebijakan perdagangan yang meluas, dan pertumbuhan global yang lebih lambat dianggap sebagai risiko utama penurunan aktivitas ekonomi AS”, ucap Gregory Daco selaku Ketua survei NABE dan Kepala Ekonom di Oxford Economics AS.  Hal tersebut mengakibatkan tidak stabilnya harga dolar yang berdampak serius kepada mata uang di seluruh dunia. Harga dolar yang terus melejit membuat Bank Sentral menaikkan suku bunga. Harga Rupiah akan melemah karena inflasi dan suku bunga sangat tinggi. Pelemahan nilai tukar rupiah berdampak terhadap konsumtifitas masyarakat. 

4. Tingginya angka kriminalitas

    Ketika resesi terjadi, maka aspek sosial masyarakat akan terkena dampaknya. Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan membuat beberapa oknum masyarakat memutuskan untuk berbuat kriminal karena kurangnya biaya untuk kebutuhan sehari-hari. Resesi memiliki pengaruh yang signifikan, apabila dibiarkan akan menjadi fatal.

5. Kualitas pendidikan menurun

    Dikarenakan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi, serta rupiah melemah membuat sebagian keluarga memilih untuk tidak menyekolahkan anaknya sebab tidak ada biaya. Hal tersebut berdampak terhadap kualitas pendidikan Indonesia yang turun drastis persentasenya.

Namun jangan khawatir, salah satu Perencana Keuangan Gembong Suwito menuturkan beberapa tips untuk menghadapi resesi 2023 yaitu sebagai berikut:

       Alternatif penghasilan tambahan

       Hemat dan penuhi dana darurat

       Perkuat proteksi

       Perhatikan investasi

Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa tantangan ke depan semakin berat sehingga perlu terobosan besar untuk menghadapi resesi 2023 yang berdampak kepada seluruh dunia. Oleh sebab itu masyarakat harus bersiap dan hidup sederhana mulai dari sekarang.

 

 

(Siti Aliyatur Rofi Ah)