Almaslahah.com – (10/05/21) Bimtes 2021 dimulai dari tanggal 3 sampai 9 Mei dengan pemaparan materi yang berbeda di setiap harinya. Pelaksanaan Bimtes 2021 hampir sama dengan tahun 2020 dimana program ini dilaksanakan secara Online akibat pandemi covid-19. Acara tahunan DEMA FEBI tahun ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai daerah. “Ini adalah yang kedua kalinya (diselenggarakan secara Online), yang pertama tahun kemarin”. Ucap Rois Ketua Pelaksana Program Bimtes. Mengingat program diselenggarakan secara Online, program ini memakan persiapan yang cukup lama. Serta terdapat kendala dalam pelaksanaannya.

“Untuk persiapannya kurang lebih 3 minggu. Untuk kendalanya adalah koordinasi kepada setiap devisi kurang maksimal karena via Online semuanya. Langkah yang dilakukan tetep via Online dengan mengumpulkan hanya para koor.” imbuh Ketua pelaksana.

 Julia dan Rafi selaku panitia BIMTES 2021menuturkan juga bahwa ada kendala yaitu hilangnya sinyal dari panitia, pemateri, maupun peserta.

“Kita langsung bergerak cepat dengan memakai WIFI fakultas, mencari tempat lain yang kuat akan sinyal dan terakhir itu pake hotspot pribadi.” Tutur Rafi

“Kalau untuk kendala koneksi pemateri, panitia biasanya memastikan bahwa provider pemateri lancar dan jika ada delay peserta dihimbau untuk sabar dan sambil menunggu koneksi pemateri stabil peserta mengobrol dengan panitia dan bisa lanjut mengerjakan soal-soal yang diberikan panitia untuk belajar. Kalau untuk kendala sinyal dari peserta panitia setiap mata pelajaran Bimtes punya rekaman per-pertemuan, itu (akan) dishare setelah materi ke peserta agar bisa dibuat belajar kembali.” Ucap Julia

Terlihat antusiasme peserta dari berbagai daerah untuk mengikuti BIMTES ini. Contohnya Oktaria Pialan Putri (Surabaya) dan Arlisa Thufailh Zuhro (Bangkalan Madura). Alasan mereka mengikuti Bimtes adalah mengulas kembali materi yang telah dipelajari dan juga untuk mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan dan dilakukan menjelang pelaksanaan UMPTKIN. Peserta merasa puas terhadap pelaksanaan Bimtes baik dari segi penyampaian materi maupun biaya.

“Kesan saya terhadap Bimtes ini adalah Alhamdulillah sangat membantu sekali dalam memahami dan menjawab latihan soal tersebut dan juga bisa sharing-sharing dengan kakak senior.”Ucap Arlisa

“Menurut saya biaya untuk pendaftaran sangat sesuai dan terjangkau, dimana selain mendapatkan bimbingan belajar selama satu Minggu penuh namun juga mendapatkan pembelajaran semua mapel yang diujikan pada UMPTKIN.” Tutur Oktaria Pialan Putri

(Him, Qnt)


 


Almaslahah.com – Minggu (9/05/2021) Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSA kembali menggelar Bimtes atau bimbingan tes selama 1 Minggu penuh yang dimulai pada tanggal 3 Mei – 9 mei 2021. 8 orang pemateri dipercaya untuk memberikan materi sesuai dengan keahlian masing-masing yakni Bahasa Arab, IPS, Keagamaan, Bahasa Indonesia, IPA dan Matematika Dasar.

Intan Pratiwi selaku pemateri keagamaan asal Banyuwangi , menuturkan bahwa ini merupakan kali pertama ia diundang sebagai salah satu pemateri dalam acara Bimtes. “saya pribadi sangat mensupport acara ini. Karena dengan ini, akan sangat membantu peserta Bimtes untuk lebih memahami latihan soal beserta penjelasan dan jawabannya. Disamping itu, bagi pemateri sendiri, juga merupakan wadah untuk terus belajar dan berbagi ilmu, untuk panitia, pastinya dengan mengadakan kegiatan kegiatan yang bermanfaat, dapat memantik keaktifan anggota dan mempererat ukhuwah dan kerjasama demi lancarnya acara. Jadi, semoga acara ini bisa terus berlanjut di masa yang akan datang” tuturnya.

Kendala yang dihadapi oleh Intan adalah keterbatasannya dalam melihat berapa jumlah peserta yang hadir karena ia menggunakan hp dan para peserta juga tidak ada yang bertanya, kendati hal tersebut Intan berharap para peserta dapat memahami apa yang ia sampaikan.

Lain hal nya dengan Dewi Ulul Azmi. Ia menuturkan bahwa acara Bimtes ini merupakan sebuah terbosan yang baik di tengah pandemic bagi calon mahasiswa yang ingin mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi. Selain itu ini merupakan kali kedua bagi Dewi menjadi pemateri dalam acara Bimtes. “Sejauh yang saya tau, dari bagaimana panitia memperlakukan tim tentor. Dimulai dari menghubungi kami yang lumayan lama dari pelaksanaan, Tim acara saat pelaksanaan juga cukup sigap menjaga kondisi forum, terlebih saat daring seperti ini, kami tim tentor sering terkendala jaringan” Tutur Dewi.

Kendala yang di hadapi oleh kedua pemateri ini masih sama yaitu, kepasifan peserta dalam hal bertanya, namun kedua pemateri juga berharap bahwa “Masih banyak hal yang bisa dikembangkan dari acara ini. Perlu diadakan evaluasi lebih lanjut terkait peserta dan tentor/pematerinnya. Penelitian untuk menggali lebih jauh tentang acara ini sangat perlu dilakukan agar pengembangan kedepannya sesuai sasaran” Ujar dewi.

(Sal, Faw)


Diberdayakan oleh Blogger.