Almaslahah.com – (23/10/2020) Bekerja sama dengan Otoritas jasa Keuangan (OJK), webinar bertajuk “Pilihan Cerdas Mengelola Keuangan Penuh Berkah” berhasil dilaksanakan dan selesai pukul 16.15 WIB. Acara yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB ini menghadirkan tiga pemateri yaitu Ali Arifin Dekan FEBI, Dhea Lubis sebagai seorang Life and Health insurance Consultant, serta Sulaiman selaku Branch Manager Bank Mandiri Syariah Jemur Andayani. Selain tiga pemateri ini, turut hadir pula direktur pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Manajemen Strategis OJK regional 4 Jawa timur Mulyanto. Tak ketinggalan pula Rektor UINSA Masdar Hilmy yang hadir sebagai pembuka acara. 

Dalam pembukaannya Masdar Hilmy sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada pihak FEBI serta seluruh tim sehingga bisa menyelenggarakan webinar ini. Kemudian Masdar Hilmy juga berharap kepada FEBI untuk terus mendatangkan narasumber hebat nan berkualitas untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat baik masyarakat milenial maupun non kolonial.

“Ini webinar yang sangat penting, karena mahasiswa membutuhkan mekanisme dan penerapan sistem keuangan penuh berkah melalui bahasa dan pemikiran yang sesuai dengan mereka.”Ucap Rektor UINSA itu.

Selain itu, acara ini juga dijadikan ajang untuk review buku yang berjudul “buku gaul keuangan syariah” oleh Ali Arifin selaku pemateri yang pertama. Buku ini disusun bersama beberapa elemen strategis Jawa Timur yaitu MUI, Kementrian Agama, Universitas Airlangga dan lainnya.

“Ada ungkapan guys, bro, friend yang ini jika diikuti akan mendekatkan diri dengan pembacanya, dengan buku gaul ini jika kita baca kita bisa mengikuti dengan enjoy

Acara yang sempat dihadiri 180 peserta di ruang zoom juga memberikan tips financial planner dengan gaya milenial melalui Dhea Lubis sebagai narasumbernya. Kemudian Sulaiman sebagai pemateri terakhir memberikan pemaparan yang bertema “yuk hijrah ke bank syariah” yang diakhiri dengan tanya jawab oleh peserta kepada seluruh pemateri.

Sandi, mahasiswa Manajemen semester 5 salah satu peserta mengatakan jika webinar ini bermanfaat untuk mengetahui dan menyadarkan cara memilah antara kebutuhan dan keinginan demi terciptanya financial yang seimbang.

“Di webinar ini, saya memperoleh tentang bagaimana cara kita mengatur keuangan ita, berapa persen untuk kegiatan sosial, berapa persen untuk kebutuhan, berapa persen untuk senang-senang, dan berapa persen untuk investasi dan poin pentingnya adalah kita harus mengenali diri sendiri” Jelasnya saat dihubungi melalui whatsapp setelah berakhirnya acara.  

 


 

Photo : ig @potretsby

Almaslahah.com – (08/10/2020) Demonstrasi Penolakan undang-undang Omnibuslaw yang melibatkan buruh dan mahasiswa surabaya berakhir ricuh. Sekitar pukul 14.00 WIB massa berhasil merusak pagar berduri hingga gerbang pagar sisi utara Gedung Grahadi roboh. Polisi pun tak tinggal diam, beberapa kali melepaskan gas air mata mencoba memecah kerumunan. Bukan hanya itu, massa melemparkan batu, pecahan paving, hingga botol air mineral yang mengarah ke polisi serta kearah Gedung Grahadi.

Massa tak hanya berkumpul di depan Gedung Grahadi saja, mereka juga terlihat di depan Gedung DPRD jawa Timur dan kantor Gubernur Jawa Timur, namun di Gedung Grahadi kericuhan pecah. Bahkan mereka sempat membakar ban bekas yang membuat bentrokan polisi dan massa pun tak terhindarkan. Beberapa massa diketahui terluka akibat gas air mata dari polisi karena memaksa masuk Gedung tersebut.

Setelah beberapa kali keadaan memanas, demonstrasi ini mulai membubarkan diri pada 18.00, namun polisi tetap berjaga disekitar Gedung untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebelumnya, massa dari mahasiswa khususnya UINSA mulai berkumpul di kampusnya pada pukul 11.00 WIB beratribut hitam. Banyak yang membawa bendera Indonesia hingga spanduk yang bertulisan penolakan Omnibuslaw sampai kekecewaan terhadap DPR RI karena telah mengesahkan undang-undang tersebut.
Pengesahan undang-undang cipta kerja atau Omnibuslaw oleh pemerintah bersama DPR RI pada Senin 5 Oktober 2020 berujung penolakan dan banyak kecaman dari buruh khususnya karena dianggap menyiksa mereka yang masih terpuruk akibat pandemi Covid19 . Atas dasar inilah mahasiswa bergerak dan menyerukan aksi penolakan undang-undang itu.


 Almaslahah.com – (25/09/2020)- Pelaksanaan PBAK Online telah berakhir hari ini, terselenggaranya PBAK yang pertama kali dilakukan secara daring tidak lepas dari peran para panitia. Sebanyak 50 total mahasiswa FEBI telah bergabung untuk membantu menyukseskan acara ini. Selama tiga hari itu pun beberapa dari mereka datang ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINSA untuk memudahkan koordinasi satu sama lain.

Kendala utama pelaksanaan PBAK Online ini adalah masalah jaringan. Wahdan, ketua DEMA FEBI mengatakan kekuatan jaringan yang dipunya tidak stabil. “emang tidak stabil, dan parahnya itu terjadi di hari pertama Fakultas, alhamdulillah setelah evaluasi dari hari yang pertama fakultas lalu kita siasati dengan memecah beberapa tim di beberapa tempat akhirnya alhamdulillah teratasi.” Jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Nuril salah satu penanggungjawab kelompok PBAK . “Di situ kami kewalahan karena jelas seluruh maba gopoh, ditambah panitia miskomunikasi karena keadaan yang tidak mendukung”. Tandasnya.

Selain masalah jaringan, koordinasi yang minim dari pihak universitas ke panitia fakultas menjadi kekurangan dalam perhelatan PBAK tahun ini. “Teknis koordinasi di tingkat universitas ke fakultas itu sangat kurang, contohnya saja absen di Universitas itu sampai kegiatan berlangsung tidak mensosialisasikan teknis absennya.” Jelas Wahdan.

Royan, yang juga bertugas sebagai penanggungjawab kelompok mengatakan bahwa selalu menjaga komunikasi dan koordinasi agar peserta yang dikelompoknya tetap mengikuti jalannya acara secara optimal. “Yang pasti kami komunikasi dan koordinasi di grup whatsapp, di sana kami memberikan informasi terbaru dari panitia, dan teknisnya kami melakukan kontrol melalui zoom langsung mengenai maba yang tidak ikut atau melanggar aturan nanti akan kita ingatkan melalui grup whatsapp ataupun PC (Personal Contact) secara langsung” Jelasnya.

Setelah selesainya PBAK ini, mahasiswa diharap mempersiapkan diri menghadapi perkuliahan yang akan dimulai Senin depan. “Ini kan momentum mereka disahkan secara resmi menjadi mahasiswa FEBI, setelah ini perlu rencana yang bagus dan tepat, bahwasanya setelah ini perkuliahan dimulai secara nyata, perlu pemikiran yang kritis, inovatif dan solutif.” Ungkap Wahdan.

Selain itu, Wahdan juga menghimbau para mahasiswa baru ini untuk belajar berorganisasi sebagai upaya untuk mengembangkan diri agar benar-benar menjadi mahasiswa yang diharapkan dan diandalkan. “Kami tekankan ke maba, perlu sekali untuk belajar diorganisasi, karena bagaimanapun kuliah dikelas saja sangat kurang efektif jika digunakan untuk mengembangkan diri, agar menjadi mahasiswa yang benar-benar bisa diharapkan dan diandalkan yang nantinya ketika sudah sarjana benar-benar mengamalkan ilmu yang didapatkan”. Tambahnya.

(Nla, Sdy)


Diberdayakan oleh Blogger.