Almaslahah.com – (01/09/2020) SEMA-DEMA telah mengadakan Pertemuan perdana dengan mahasiswa baru secara daring menggunakan Google Meet pada tanggal 1 September 2020 pukul 19.00 WIB. Acara ini diagendakan sebagai perkenalan kepada SEMA-DEMA dan Ketua per Himaprodi di FEBI. Sambutan pertama dilakukan oleh Ketua Dema FEBI, Wahdan. Namun karena adanya gangguan sinyal, sambutan dilanjutkan kepada Holili selaku ketua SEMA. Holili menyampaikan beberapa pesan kepada peserta yang hadir diantaranya pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dipastikan pelaksanaannya secara daring atau online. Hal ini dikarenakan kondisi saat ini yang tidak memungkinkan untuk mengadakan PBAK secara tatap muka karena adanya pandemi Covid-19.

Selain itu, Holili juga menghimbau kepada antar mahasiswa baru supaya menjalin komunikasi dengan baik agar mendapat informasi yang diperlukan. Ia juga menyarankan untuk berani mencoba hal-hal baik dan mengikuti organisasi untuk mengimplementasikan teori yang didapat di bangku perkuliahan.

“Selamat datang di FEBI, saya percaya kalian adalah orang pilihan karena kuota penerimaan mahasiswa baru sebanyak 630, sementara pendaftar sampai SBMPTN sudah 9000 lebih pendaftar. Patut berbanggalah, kempatan ini ada pada kalian dan jangan sia siakan” Kata kholili saat menyampaikan sambutan pertemuan perdana dengan mahasiswa baru 2020

Pada pertemuan perdana ini juga menyinggung tentang teknis pelaksanaan PBAK, beasiswa yang bisa didapatkan mahasiswa baru, kemudian materi perkuliahan seperti intensif dan ma’had yang semuanya dijelaskan oleh kholili selaku ketua SEMA saat ini. Mochtar selaku moderatur acara ini mengatakan kalau PBAK akan dilaksanakam selama 3 hari berturut turut. Perlu diketahui PBAK tahun ini rencananya dilaksanakan pada tanggal 23-25 September 2020. Namun untuk teknis pelaksanaan masih belum diketahui

Pertemuan perdana ini akan ada kelanjutannya, Muchtar menambahkan kalau nanti ada pertemuan lanjutan melalui aplikasi yang bisa menampung peserta lebih banyak, kemudian juga tidak menutup kemungkinan pertemuan secara langsung dengan memperhatikan protokol kesehatan, namun hal ini masihlah rencana agenda yang pelaksanaannya akan diumumkan di grup whatsapp mahasiswa baru. Pertemuan yang dihadiri sekitar 90 lebih peserta berakhir sekitar pukul 20.30.



Almaslahah.com – (30/06/2020). DEMA FEBI UINSA telah berhasil menyelenggarakan Bimbingan Tes (BIMTES) bagi calon peserta UMPTKIN. Program kerja yang hampir batal terlaksana ini akhirnya dapat dijalankan. Berbeda dari tahun sebelumnya, keberadaan virus Covid 19 membuat panitia melangsungkan BIMTES secara online melalui aplikasi Google Meet dan Line. “ Kekurangan yang paling dirasakan BIMTES online kali ini adalah kurang maksimalnya dan waktu yang terlalu singkat pada pemasarannya, Waktu diumumkan PSBB, divisi sudah mikir kalau BIMTES ini tidak jadi dijalankan. Tapi setelah dirapatkan seluruh DEMA, keputusannya BIMTES harus ada meskipun online” jelas Alfian ketua pelaksana BIMTES 2020 saat dihubungi melalui whatsapp.

Bimbingan yang terlaksana sejak 20 Juli ini berakhir pada kemarin 29 Juli 2020 dengan diikuti 27 peserta. Beberapa dari mereka mengetahui adanya BIMTES ini melalui Instagram dan informasi dari mahasiswa FEBI sendiri. Keberadaan BIMTES ini  membantu calon mahasiswa mempersiapkan diri dalam mengikuti UMPTKIN tahun ini. Alifia Aisya Azzahra, salah satu peserta BIMTES asal Sidoarjo mengungkapkan hal tersebut. “kalo saya pribadi sangat membantu saya sekali kak dalam belajar UMPTKIN karena selama ini saya belajar UMPTKIN itu belajar sendiri ndak ikut les atau bimbel online sama sekali”. Ungkap Alifia. Adinda Febyana salah satu peserta lainnya juga mengungkapkan hal yang sama.
“Jadi ikut BIMTES ini supaya bisa nambah ilmu dan juga gak bakal nyia-nyiain peluang sedikit pun buat masuk UINSA”.

Alifia Aisya Azzahra dan Adinda Febyana juga memberikan kesan dan harapan terhadap acara yang telah diikutinya. “acaranya bagus kak, panitianya juga ramah banget dari mulai pembukaan sampai penutupan, Semoga BIMTES ini makin tahun makin banyak yang ikut, karena emang ini membantu banget buat yang mau ikut UMPTKIN” tambah Adinda.

“Nyaman banget belajar di BIMTES penjelasan tentor-tentornya paham bener. Kalo untuk kesannya menyenangkan sekali bertemu dengan tentor yang luar biasa dalam menjelaskan materi dan bertemu dengan teman-teman seperjuangan UMPTKIN” ungkap Alifia.

Sebagai wakil dari panitia, Alfian berpesan untuk selalu berjuang. “Semoga semua peserta diberi kelancaran dan hasil yang terbaik. Perlu diingat perjuangan kalian tidak selesai saat pengumuman hasil ujian kalian keluar.” Tutur Alfian.

(Nila)


Dok:Fhr


Almaslahah.com – (12/06/2020) Halal bihalal online bertajuk “Lokasi Boleh Beda, Silaturrahmi Tetap Dijaga” diadakan oleh jajaran DEMA dan SEMA FEBI UINSA pada hari Jum’at, 12 Juni 2020 via aplikasi Google Meet. Sesuai tajuk dari kegiatan tersebut, pertemuan online diadakan agar silaturrahmi tetap tejaga selama masa pandemi yang mengharuskan work from home (WFH). Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini diikuti oleh seluruh pengurus DEMA, mahasiswa dan Dekanat FEBI dengan acara utama yaitu tausiah yang disampaikan oleh Ust. Thoha Abrori dari Bojonegoro.

Ali Arifin selaku Dekan FEBI saat melakukan sambutannya, menyampaikan pesan penting terkait pembayaran SPP bagi mahasiwa yang sedang skripsi. Mahasiswa yang terkendala dalam hal riset untuk keperluan skripsi dan terpaksa untuk melanjutkannya di semester depan tidak dituntut pembayaran SPP di semester depan.

Ia juga menjelaskan perihal paket data yang akan diberikan pihak kampus kepada mahasiswa. Ada usulan bahwa mahasiswa akan menerima paket data dengan CDMA Telkomsel. Namun dalam hal ini, pihak kampus masih mempelajari tentang provider apa saja yang digunakan mahasiswa dan jumlah penggunanya agar operasional pembagian data bisa dilakukan dengan cepat dan tepat.

Selama masa tersebut, kendala yang dihadapi adalah masalah data mahasiswa yang masuk. “Ada yang hp masih aktif, ada yang tidak aktif, ada yang milik orang lain” Tambah beliau ketika dihubungi melalui Whatsapp. Maka dari itu, pelaksanaan pembagian data masih dalam proses karena khawatir adanya susulan dan usulan baru setelah pembagian data dilakukan, karena akan memakan waktu lagi. Selain masalah kuota, beliau juga menyampaikan bahwa Kemenag belum memutuskan tanggal masuk kuliah.

Nur Kholis, Wakil Dekan 3 juga memberikan sambutan. Informasi penting dalam sambutannya yaitu terkait kegiatan perkuliahan bahwa metode daring akan dilakukan hingga September 2020. Setelah Ust. Thoha Abror menyelesaikan tausiahnya, terrdapat sesi tanya jawab dari mahasiswa beberapa diantaranya menyinggung sedikit mengenai problematika UKT dan magang.

Magang akan tetap ada, namun aktivitasnya dibentuk dalam model lain. Pengganti magang dilakukan dengan cara pembuatan form pelatihan dengan narasumber terkait mekanisme dalam magang. Pengumpulan data dapat dilakukan melalui media. Inovasi lain yang bisa dilakukan terkait hal ini seperti pembuatan laporan kepada perusahaan kecil selama masa pandemi Covid-19.

Terkait UKT, Jawaban yang didapat adalah bahwa mahasiswa berhak melakukan banding UKT. Terdapat beberapa faktor yang diberi keringanan. Diantaranya adalah mahasiswa yang keluarganya mengalami kesulitan dalam hal ekonomi dan mahasiswa yang melakukan skripsi di semester depan karena dampak Covid-19. Untuk keterangan selanjutnya akan ada SK dan tahapan yang dilakukan.

Reporter: Fahri
Diberdayakan oleh Blogger.