Sumber: www.4trik.com
 

Oleh : Kharisma Galuh Cahyanti

    Seringkali kita mendengar bahwa investasi merupakan hal yang "menguntungkan". Namun beberapa orang enggan melakukannya karena beberapa alasan seperti, risiko yang akan dihadapi dan juga tidak adanya pemasukan yang tetap. Banyak ungkapan bahwa seseorang yang melakukan investasi harus mempunyai gaji yang besar dan pastinya pintar dalam hal perhitungan.

    Nah, tapi apakah semua itu benar adanya?

Jadi, investasi memang bukan berarti terbebas dari risiko namun kita harus mencoba melihat dari sisi lain bahwa investasi dapat menjaga aset dari adanya inflasi. Karena investasi di instrumen apapun akan selalu menjaga kebutuhan kita di masa depan. Lalu bagaimana caranya investasi tapi kita belum memiliki gaji tetap?. Dibawah ini merupakan beberapa jenis investasi yang bisa dilakukan oleh mahasiswa, dan pastinya tidak harus menyediakan nominal yang besar.

1. Investasi Saham

    Mungkin yang satu ini sudah tidak asing apalagi di lingkungan mahasiswa fakultas ekonomi. Banyak seminar bahkan pembelajaran di kelas yang menyampaikan tengang investasi satu ini. Ya, investasi saham merupakan instrumen yang bisa dilakukan dengan nominal kecil sekalipun. Banyak saham-saham yang bisa dibeli hanya dengan harga Rp 50.000 bahkan dibawahnya. Namun jika ingin membeli saham dengan risiko kecil mungkin bisa membelinya di kisaran harga Rp 300.000. Sangat bisa dijangkau dengan menyisihkan uang jajan bukan?

2. Reksa Dana

    Untuk instrumen kali ini mungkin sudah banyak juga yang tau atau bahkan sudah memilih untuk melakukan investasi. Jadi reksa dana merupakan wadah dari beberapa jenis instrumen investasi seperti saham, obligasi yang dikelola oleh badan hukum. Bahkan reksa dana ini bisa diperoleh dengan harga minimal Rp 10.000 saja.

3. Emas

    Semua orang sudah pasti mengetahui logam mulia satu ini. Jadi selain emas bisa dijadikan sebagai  perhiasan, emas juga bisa dijadikan instrumen investasi. Tapi yang perlu diketahui emas perhiasan merupakan pilihan yang salah jika dijadikan investasi karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda. emas termasuk kategori mahal jika kita membelinya sebanyak 1 gram yaitu sekitar Rp 900.000-an. akan tetapi sekarang sudah banyak model emas investasi yang terjangkau bahkan berat terkecil bisa dibeli dengan harga Rp 30.000-an.

    ketiga jenis investasi diatas merupakan jenis investasi yang sangat terjangkau dan pastinya bisa dilakukan oleh mahasiswa. Karena walaupun masih fokus belajar, namun semua orang dapat berkesempatan untuk mencoba investasi dengan nominal yang kecil sekalipun.


1. Bro

Malam hari Rudi yang berpakaian lusuh dan Burhan yang memakai seragam kantor tak sengaja bertemu, lalu mereka berhenti untuk berbincang-bincang.

Rudi :  Hei bro! udah lama gak ketemu, hebat banget udah dapet kerjaan. Gue udah dari kemarin nyari lowongan, tapi susah banget diterima.

 Burhan : Gue pake insider bro!

Rudi : Oh insider itu aplikasi baru ya??

Burhan : No, no, no! INSIDER. wkwkw..

Rudi : Lahhh.. wkwkw..

 

2. Art

Suatu hari david pergi kerumah nita pacarnya, untuk silaturahmi ke orang tua nita. Sesampainya disana..

David : Halo om. tante. Apa kabar?

Ayah Nita : baik-baik.. Kamu sudah kuliah? Jurusan apa?

David : Iya om. S1 di jurusan Art..

Ayah Nita : Art???

David : Iya om. ART.. A-R-T

Ayah Nita : Ohhh ART ya.. Wah sekarang canggih ya, pembantu harus berpendidikan tinggi juga,, keren keren..

David : (kebingungan)

 

3. Kursi Dosen Politik

Di sebuah Universitas, Udin dan Dono dua orang mahasiswa sedang berbincang- bincang.

Udin : Saya heran dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk tidak pernah mau berdiri.

Dono : Aelahh gitu aja diperhatiin din.

Udin : Yaa, Dono tau sebabnya..

Dono : Barangkali beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri

Udin : Bukan itu sebabnya, Don.. Sebab dia juga seorang pejabat.

Dono : Loh apa hubungannya?

Udin : Ya kalau berdiri, dia takut kursinya diduduki orang lain

Dono : !?!!?!?

Oleh Febristi Ariana

 


Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2021 telah dilaksanakan pada 2 dan 3 September 2021 lalu. Ada hal baru dalam pelaksanaannya kali ini, mahasiswa baru turut andil dalam mempromosikan UMKM di sekitar lingkungannya melalui sosial Instagram. Hal ini dilakukan sebagai upaya nyata bagi mahasiswa FEBI untuk meningkatkan perekonomian bangsa yang dibalut dengan kegiatan PBAK.

“Jadi untuk supportnya kemarin temen-temen memberikan penugasan ke maba untuk membuat video konten tentang promosi pelaku UMKM yang ada di setiap daerahnya masing-masing dengan tujuan potensi UMKM yang ada di sekitar tempat tinggalnya dapat dikenal atau diketahui oleh masyarakat yang lebih luas.” Jelas Royan sebagai Ketua DEMA FEBI saat dihubungi melalui whatsapp.

Di tengah pandemi banyak sekali sektor yang terkena dampaknya, salah satunya adalah UMKM. Kebijakan PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah pada tanggal 3 Juli 2021 membuat para pelaku UMKM sangat berdampak. Dengan latar belakang tersebut program ini tercipta melalui panitia yang diimplementasikan bersama mahasiswa baru yang akan menempuh pendidikan di jurusan perekonomian.

Perubahan pola kehidupan masyarakat yang beralih pada digitalisasi membuat UMKM harus semakin melek teknologi. Berbagai media sosial dapat dimanfaatkan dalam hal penjualan produk dan promosi membuat upaya ini menjadi semakin bermanfaat. Melalui promosi pada media sosial, diharapkan dapat semakin memperluas jaringan pelanggan dari pelaku UMKM tersebut. 

“Melalui UMKM Go Digital ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan serta memperluas jaringan agar para pelaku UMKM tersebut tetap dapat survive meski pandemi belum usai” Ujar Chafidz selaku Ketua SEMA FEBI.

Acara PBAK sendiri dihari pertamanya dilaksanakan oleh universitas melalui platform Zoom Cloud Meeting untuk semua peserta PBAK 2021 dan beberapa perwakilan panitia PBAK yang melaksanakan tugasnya secara offline di kampus. Kegiatan ini dibuka oleh Masdar Hilmy selaku Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UINSA. Turut hadir pula beberapa tokoh yang menjadi narasumber pada PBAK kali ini seperti Yaqut Cholil Qoumas selaku Menteri Agama RI, Masdar Hilmy selaku Rektor UINSA, Nico Afinta Karo-Karo selaku Kapolda Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, dan masih banyak lagi. Hal batu lainnya juga tampak Di dalam PBAK ini yaitu kegiatan Festival PBAK 2021 yang dimana seluruh peserta PBAK 2021 wajib membuat video pendek dengan tema “Moderasi Beragama”.

Pada hari kedua, dilaksanakanlah PBAK oleh Fakultas.Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Kegiatan ini dilaksanakan secara online melalui platform Zoom Cloud Meeting untuk semua peserta PBAK FEBI 2021 dan beberapa perwakilan panitia yang berkumpul di Fakultas FEBI. Dibuka dengan pemutaran video profil dan prestasi fakultas, yang dilanjut dengan beberapa materi dengan narasumber dari jajaran dekanat fakultas. Sahrir, yang diamanahkan menjadi ketua pelaksana PBAK FEBI 2021 membenarkan.

“PBAK diawali oleh pemutaran video profil sehingga mahasiswa baru dapat memahami sekilas terkait fakultas yang akan menjadi tempat pembelajaran mereka nantinya”. Ucapnya.


Diberdayakan oleh Blogger.